CB24.COM– PTPN IV PalmCo, subholding PTPN III (Persero) mendukung pemerintah mempercepat pemulihan pascabanjir di Mandailing Natal (Madina) dan Aceh Tamiang melalui bantuan infrastruktur, logistik, dan sinergi lintas pemangku kepentingan.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan pihaknya telah mengerahkan alat berat secara bertahap menyesuaikan kondisi lapangan dan kebutuhan daerah terdampak guna membantu percepatan pembukaan akses dan pemulihan infrastruktur dasar.
“Sejak banjir hingga masa pemulihan, PalmCo telah mengerahkan 27 unit alat berat di berbagai titik terdampak. Kami fokus pada pembukaan jalan, pembersihan material banjir, normalisasi sungai, serta mendukung distribusi bantuan,” kata Jatmiko dalam keterangan di Jakarta, Kamis dikutip dari Antara.
Dia menyampaikan dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen PalmCo sebagai BUMN untuk hadir bersama masyarakat dan pemerintah daerah.“Pemulihan pascabencana membutuhkan kerja bersama. Kami akan terus bersinergi hingga kondisi benar-benar pulih,” ujarnya.
Ia menuturkan kolaborasi antara pemerintah daerah, BUMN, dan masyarakat itu menjadi contoh bagaimana kehadiran negara dalam berbagai bentuk dapat memberikan dampak langsung bagi warga, terutama pada masa-masa krisis akibat bencana alam.
Menurutnya pemulihan pascabanjir di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara; dan sejumlah wilayah di Aceh Tamiang mulai menunjukkan kemajuan.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal mengapresiasi keterlibatan PalmCo, yang berperan penting dalam membuka kembali akses desa, membersihkan material banjir, serta mempercepat aktivitas masyarakat melalui pengerahan puluhan alat berat.
Ia mengatakan sejak hari pertama banjir hingga memasuki fase pemulihan, PalmCo mengerahkan 27 unit alat berat ke berbagai titik terdampak di dua provinsi tersebut.
Alat-alat itu terdiri dari mini excavator, wheel loader, hingga truk operasional yang digunakan untuk membersihkan lumpur, menormalisasi saluran air, membuka jalan desa, serta mendukung kebutuhan teknis pemerintah daerah di lapangan.
Manfaat kehadiran alat berat juga dirasakan langsung oleh warga Aceh Tamiang. Di Kecamatan Simpang Kanan, banjir sempat mengisolasi beberapa desa akibat jalan dan jembatan kecil tertutup lumpur tebal. Kehadiran alat berat menjadi titik awal terbukanya kembali akses menuju permukiman dan posko pengungsian.
Dengan akses yang mulai pulih, distribusi bantuan logistik dan layanan kesehatan dapat menjangkau desa-desa terdampak dengan lebih cepat. Aktivitas ekonomi warga, termasuk perdagangan dan mobilitas kerja, juga mulai bergerak. (*)

