CB24.COM– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah hari ini kembali menjadi sorotan di kalangan pelajar Kota Jambi. Kali ini, paket MBG berbentuk bahan kering seperti roti, telur, buah-buahan, dan susu diserahkan langsung ke sekolah-sekolah, memicu antusiasme tinggi dari siswa dan guru.
Program ini, yang bertujuan memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah usia dini hingga remaja, menunjukkan adaptasi cepat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam menghadapi dinamika distribusi makanan bergizi di tengah kesibukan sekolah.
Di SDN 198/IV Kota Jambi, suasana pagi tadi begitu ramai saat paket MBG tiba. Romadon, Guru Agama Islam di sekolah tersebut, menyambut inisiatif ini dengan positif meski menyiratkan harapan perbaikan.
Romadon, Guru Agama Islam SDN 198/ IV Kota Jambi
“Anak-anak sangat antusias menyambut paket Makan Bergizi Gratis berupa bahan kering ini, Pak, yaitu roti, telur, buah-buahan, dan susu. Bagi saya, tidak ada masalah yang penting kebutuhan gizi terpenuhi,” ujar Romadon dengan senyum lebar sambil mengawasi siswa yang berebut mengambil jatahnya.
Romadon menambahkan bahwa meski paket hari ini praktis dan mudah disimpan, ia lebih menyukai format semula yang mungkin lebih segar. “Tapi kalau bisa, paket makanan seperti semula lebih bagus,” sambungnya. Komentar guru berpengalaman ini mencerminkan dukungan penuh terhadap program MBG, sekaligus masukan konstruktif untuk peningkatan kualitas di masa depan. Para orang tua di SDN 198/IV pun turut merasa lega, karena program ini membantu meringankan beban gizi anak di tengah biaya hidup yang semakin tinggi.
Sementara itu, antusiasme tak kalah besar terlihat di SMAN 10 Kota Jambi. Dua siswa kelas X, Azam dan Radil, tak henti-hentinya memuji isi paket yang mereka terima.
Azam dan Radil , SMAN 10 Kota Jambi
“Wah, mantap paket MBG hari ini, Pak! Banyak isinya, ada roti tiga buah, pisang, telur, anggur, dan susu. Pokoknya kalau dihabiskan semua, badan sehat, perut jadi kenyang,” tutur Azam dengan penuh semangat sambil memamerkan isi tasnya kepada teman-temannya.
Radil menimpali dengan cerita seru dari sekolah. “Iya, kebetulan di sekolah ada class meeting, jadi adanya MBG semakin seru dan hilang laparnya,” sambungnya. Keduanya sepakat bahwa paket ini tidak hanya mengenyangkan tapi juga menambah energi untuk belajar seharian. Suasana di SMA Negeri 10 begitu hidup, dengan siswa berbagi cerita sambil menikmati buah anggur segar dan susu dingin yang menjadi favorit.
Program MBG sendiri telah menjadi andalan pemerintah dalam mendukung tumbuh kembang generasi muda Indonesia, khususnya di daerah seperti Kota Jambi yang memiliki tantangan akses gizi merata. Distribusi bahan kering hari ini dipilih untuk memastikan daya tahan lebih lama, terutama bagi sekolah dengan jadwal padat seperti class meeting atau kegiatan ekstrakurikuler. Data dari Dinas Pendidikan Kota Jambi mencatat ribuan siswa telah menerima manfaat serupa sepanjang tahun ini, dengan peningkatan indeks massa tubuh rata-rata hingga 5 persen di kalangan penerima manfaat.
Puncaknya, keberhasilan MBG hari ini bukan hanya soal makanan, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Dengan antusiasme siswa dan dukungan guru seperti Romadon, Azam, serta Radil, program ini membuktikan bahwa gizi adalah fondasi utama prestasi pendidikan. Pemerintah diimbau terus menyempurnakan formatnya agar semakin inklusif, sehingga setiap anak Indonesia tak hanya kenyang, tapi juga siap bersaing di era global—menuju generasi emas yang sehat, cerdas, dan tangguh. (Ag)

