CB24.COM– Berita pemerkosaan terhadap seorang wanita dewasa berinisial NL dengan pelaku yang merupakan salah seorang pejabat penting di Kabupaten Tanjung Jabung Barat ini dapat dikatakan berita yang spektakuler menjelang pilkada serentak 2024 dan mencengangkan publik, mengingat kejadian ini sangat berdekatan waktunya dengan pendaftaran calon kepala daerah ke KPU. Sementara pejabat yang dilaporkan telah melakukan pelecehan dan pemerkosaan tersebut adalah orang yang saat ini menjabat sebagai wakil Bupati dan juga dikabarkan akan mengikuti pertarungan sebagai calon Bupati Tanjab Barat periode ini.
Tentu banyak spekulasi yang muncul dibenak masyarakat Jambi dan khususnya bagi warga kabupaten Tanjung Jabung Barat. Antara percaya dan tidak, apakah betul sang Wabup mereka nekat melakukan perbuatan tersebut yang hanya dalam waktu beberapa minggu menjelang pendaftaran pilkada serentak dimana dirinya juga akan ikut serta dalam perhelatan akbar tersebut.
Kebenaran ataupun ketidakbenaran akan kejadian tersebut tentu hanya yang bersangkutan dan pihak yang melaporkan kasus tersebut yang tahu. Apalagi sampai saat ini belum ada pernyatan resmi dari Wakil Bupati Tanjab Barat, Hairan, SE untuk mengklarifikasi peristiwa yang menuduh dirinya telah melakukan perbuatan tercela tersebut.
Bagaimana Peristiwa Ini Bermula?
Berdasarkan keterangan dari Bambang Suwarno Marbun, SH (Pengacara NL-red) yang mengaku sebagai korban kepada adanu.Co.Id menceritakan bahwa semua berawal dari pertemuan kliennya dengan H. Rahman, Ketua Bapilu Partai Nasdem Provinsi Jambi yang juga Cawako Jambi di Jakarta yang meminta kliennya membantu rekannya Hairan yang berniat maju menjadi Calon Bupati Tanjab Barat pada pilkada serentak 2024 mendatang.
“Awalnya klien saya bertemu dengan H. Rahman yang meminta klien kami dapat membantu rekannya Hairan yang berniat maju sebagai Bupati di Kabupaten Tanjab Barat (25 Mei 2024). Dari pertemuan awal ini selanjutnya H. Rahman mengundang NL ke Jambi untuk dipertemukan dengan Hairan,” ujar Bambang.
Lebih lanjut dikatakan Bambang dari pertemuan di Jakarta, kemudian berlanjut ke Jambi atas undangan H. Rahman. Selanjutnya terjadilah pertemuan antara H. Rahman, Hairan dan kliennya (NL). Dalam pertemuan tersebut menurut Bambang kliennya menyetujui permohonan Hairan untuk membantu dirinya maju menjadi Calon Bupati Tajababar melalui rekan bisnis kliennya sebagai pendonor atau sponsor.
Sebagai tindaklanjut dari pertemuan di Jambi, akhirnya Hairan terbang ke Jakarta dan mengajak kliennya untuk bertemu di Rumah makan Al Jazera Polonia, Jakarta Timur (4 Juni 2024). Sekitar pukul 16.00 wib, menurut Bambang kliennya diajak ke sebuah ruangan untuk membicarakan mengenai rencana bantuan dari rekan kliennya yang akan membiayai Hairan sebagai calon Bupati Tanjab Barat. Namun sayangnya menurut Bambang kliennya justru dirayu oleh Hairan untuk melakukan perbuatan yang tidak pantas.
“Dalam ruang tertutup tersebut, klien kami mengalami pelecehan seksual dan bujuk rayu untuk melakukan hubungan terlarang,” ucapnya.
Dari pertemuan di Jakarta, selanjutnya Hairan mengundang NL ke Tanjung Jabung Barat . Setiba di Tanjab Barat, kliennya diajak oleh Hairan ke kebun sawit milik Hairan yang berlokasi di KM 84, Dusun Mudo, Kecamatan Muara Papalik, Tanjung Jabung Barat. Di kebun sawit ini menurut Bambang kliennya dipaksa untuk melayani nafsu Hairan melakukan hubungan seksual.
“Disana klien kami dipaksa melayani nafsu bejat pelaku, walaupun klien kami sudah menolak dan berteriak,” ujarnya.
Karena tidak ada upaya penyelesaikan dari pihak Hairan, akhirnya NL melaporkan perbuatan Hairan kepada pihak kepolisian (Polda Jambi), 18 Juli 2024 lalu yang diterima oleh Kepala Siaga SPKT Polda Jambi, AKBP Tumiran dengan laporan polisi Nomor: STTLP/200/VII/2024/SPKT/POLDA JAMBI.
Siapa Sebenarnya Hairan?
Berdasarkan informasi yang diperoleh Channel Berita 24, karir politik Hairan berawal dari jabatannya selaku Kepala Desa Dusun Mudo, Kec. Ma. Papalik. Dari sini, dirinya berlabuh ke Partai Amanat Nasional sebagai langkah politiknya dan berhasil menjadi anggota DPRD Tanjab Barat pada Pemilu 2019.
Pada pemilihan Bupati Tanjab Barat periode 2019 – 2024, ia dipinang menjadi wakil Bupati mendampingi Anwar Sadat sebagai Cabupnya saat itu. Dalam pemilihan tersebut, pasangan Anwar Sadat – Hairan berhasil keluar sebagai pemenang mengalahkan dua pesaingnya.
Namun sayang, dipenghujung masa jabatannya, hubungannya dengan Anwar Sadat tidak semulus karir politiknya. Kedua tokoh ini memilih berpisah dan menjadi lawan politik pada pilkada Tanjab Barat periode 2024 -2029. Anwar Sadat memilih berpasangan dengan Katamso, mantan wakil Bupati periode sebelumnya, sedangkan Hairan kabarnya memilih M. Amin (penceramah) sebagai wakilnya dan meninggalkan PAN sebagai kendaraan politiknya dan saat ini memilih bergabung dengan Partai Nasdem sebagai kendaraan politiknya yang baru.
Terkait kasus pelecehan yang dituduhkan kepadanya. Apakah pihak Hairan akan melakukan klarifikasi secara terbuka di hadapan media atas tuduhan yang ditujukan kepada dirinya tersebut yang berpotensi menjadi batu penghalang bagi dirinya untuk menjadi orang nomor satu di Tanjab Barat dalam pemilihan kepala daerah Tanjung Jabung Barat yang akan digelar November mendatang? Kita tunggu saja informasinya. (Tim).

